Perempuan Cerewet itu Bisa Menghasilkan Uang

Siapa sih yang tidak paham dengan sosok perempuan? Sosok anggun yang jiwa sosialnya cukup tinggi.

Dilihat dari kebiasaannya sehari-hari, seperti dikutip dalam liputan6.com, perempuan berbicara sekitar 20 ribu kata per hari. Hal yang cukup menarik ini ternyata membuat banyak perempuan secara tidak sadar lebih cerewet daripada pria.

Namun, sangat disayangkan ketika kebutuhan yang satu ini harus dipenuhi dengan kegiatan yang tak bermanfaat. Seperti membicarakan orang lain, terlebih sampai membicarakan kejelekannya (ghibah).

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kamu mencari kesalahan orang lain dan jangan di antara kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah di antara kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kalian akan merasa jijik. Bertakwalah kalian pada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat : 12)

Untuk menghindari bahaya ghibah, bagaimana jika dialihkan ke ranah yang menghasilkan. Memangnya bisa?

Tentu bisa.

Zaman yang melek digital ini tidak menutup kemungkinan seorang perempuan berselancar di media sosial. Jika dilihat dari kebiasaannya, seorang perempuan dapat menghabiskan waktu lebih banyak membuka salah satu bintang di era digital ini.

Mungkin di luaran sana banyak perempuan yang menyikapi media sosial dengan jalan yang tidak tepat, maka timbullah berbagai pengaruh negatif dalam emosinya, depresi misalnya.

Namun, jika kita melihat dari segi yang ingin menghasilkan, media sosial bisa menjadi ladang bisnis yang gurih. Terutama bagi perempuan yang mengambil profesi sebagai ibu rumah tangga.

Cukup dengan modal jaringan internet, ibu rumah tangga dapat berbisnis dengan berjejaring di media sosial. Contohnya media sosial Facebook.

Dengan mengunggah status secara berkala dan konsisten hingga berinteraksi dengan teman bahkan grup di Facebook dapat dilakukan sembari menata rumah atau menemani saat memasak. Tentunya dengan status yang berkualitas dan tidak ada unsur ‘baper’ (baca : bawa perasaan).

Perlu diketahui juga, media sosial bisa menjadi salah satu wajah yang akan kita kenalkan pada teman dunia maya yang belum pernah bertemu kita. Tentunya dengan mengunggah status yang positif dan berkualitas akan membuat ‘nama’ kita di dunia maya sebagai orang yang positif.

Interaksi yang baik, akan menghasilkan kedekatan yang baik.

Maka jangan salahkan jika kita dapat berinteraksi dengan maksimal di media sosial, saat kita menawarkan produk akan ada saja mereka yang ingin membelinya. Karena sebelumnya ikatan kepercayaan (trust) satu sama lain sudah terbentuk.

Nah, jadi tahu kan bahwa cerewetnya perempuan itu bisa menghasilkan?

Semoga kamu yang belum mulai berbisnis bisa menjadi lebih terbuka dan tahu bahwa media sosial itu bukan sekedar tempat curhat.

Semoga bermanfaat.

Bantul, 6 Agustus 2019

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s