Pebisnis Online Jangan Baca Jika Tidak Ingin Sukses

Sumber : https://itpulse.com.ng/wp-content

Online shop sudah menjamur di Indonesia. Bahkan kutipan dari Liputan6, Ketua Umum Indonesian E-Commerce Association (idEA), Aulia E. Marinto mengemukakan bahwa pertumbuhan e-Commerce di negeri ini dalam sepuluh tahun terakhir tumbuh sekitar tujuh belas persen atau setara dengan 26,2 juta unit. Perkiraan itu akan terus tumbuh dengan separuh penduduk akan terlibat dengan e-Commerce pada 2020.

Bagi pemula di dunia online shop tentu memerlukan beberapa dasar strategi dalam pemasaran produk atau jasa yang ditawarkan. Karena tidak mungkin seorang pemain pasar online langsung terjang melakukan penawaran pada target marketnya tanpa mengetahui alur yang tepat dalam membidik. Untuk itu perlu diketahui bagaimana kita memanfaatkan kehadiran sosial media dalam menuliskan penawaran yang tepat.

Tahap pertama yang perlu diperhatikan bahwa calon konsumen akan melalui tahap awareness (sadar) akan keberadaan sebagai pebisnis online. Kesadaran mereka juga diperlukan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan dapat menjadi solusi dari permasalahan mereka. Dalam tahap awal ini, sebagai pebisnis online perlu membangun ‘kesadaran’ target market dengan menarik perhatian mereka.

Setelah melalui tahap pertama, maka konsumen akan memasuki tahap knowledge (tahu) akan fungsi, fitur dan manfaat produk atau jasa yang ditawarkan. Pada tahap ini calon konsumen akan mulai mencari tahu. Untuk itu, para pebisnis online haruslah memiliki informasi yang dapat diakses secara cepat. Karena jika tidak, maka calon konsumen dapat mudah berpaling ke produk lain yang dapat memberikan informasi dengan cepat dan tepat.

Sumber : https://www.jagostore.com/wp-content

Pada tahap pertama dan kedua ini seorang calon konsumen masih berada di area cold market, atau bisa dikatakan masih sangat awam dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Maka pebisnis online perlu lebih hangat dalam mengkomunikasikan bisnisnya. Dalam hal ini pebisnis online jangan terlalu berapi-api menawarkan, melainkan lebih ke arah mengedukasi dan menginformasikan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan dapat menjadi solusi terbaik untuk masalahnya.

Pada tahap ketiga, calon konsumen akan memasuki tahap liking (suka). Di mana calon konsumen mulai menyukai produk atau jasa yang ditawarkan. Sebagai pebisnis online, sebagai pebisnis online haruslah bisa mengoptimalkan kualitas tampilan produknya di mata calon konsumennya. Hal ini bisa didukung dengan memaksimalkan foto produk sehingga terlihat profesional dan menarik.

Selanjutnya calon konsumen akan memasuki tahap preference (cocok), di mana ada kemungkinan seorang calon konsumen akan membandingkan dengan produk sejenis di pasaran. Mulai dari keunggulan, fitur dan keuntungan yang mereka dapat setelah memiliki produk tersebut. Bagi pebisnis online, adanya testimoni dari konsumen sebelumnya dapat meyakinkan calon konsumen. Kuncinya terletak pada iklan yang membuat calon konsumen memilih produk yang ditawarkan, bukan milik kompetitor.

Kemudian calon konsumen akan memasuki tahap conviction (yakin) terhadap produk yang ditawarkan. Nah, pada tahap ini strategi pebisnis online yaitu dengan meyakinkan calon konsumen, dapat dengan memberikan jaminan atau garansi yang berbeda dari produk kompetitor.

Calon konsumen yang memasuki tahap liking, preference, dan conviction sudah menjadi tipe warm market. Pada posisi ini calon konsumen sudah mulai tahu produk, manfaat dan mengenal siapa pebisnis yang menawarkan produk padanya. Namun, bukan berarti pada posisi ini pebisnis online langsung ‘tembak’ di tempat. Hanya diperlukan pendekatan yang lebih hangat lagi agar dapat terjadi ‘akad’.

Tahap terakhir adalah purchase (beli), di mana calon konsumen akan memutuskan untuk melakukan transaksi. Strategi yang dipilih pebisnis online haruslah mempermudah cara transaksi itu terjadi, bukan malah mempersulitnya. Pebisnis online dapat menyediakan berbagai pilihan cara transaksi, metode pembayaran, hingga metode pengiriman.

Pada tahap terakhir ini, posisi calon konsumen sudah menjadi hot market. Posisi inilah yang memungkinkan pula terjadinya repeat order (pembelian berulang) pada mereka yang sudah pernah melakukan transaksi. Kedudukan mereka inilah yang dapat membantu pebisnis online dalam mendapatkan testimoni bahkan perluasan jaringan berbisnis.

Setelah mengetahui tahap pemikiran seorang calon konsumen hingga terjadi transaksi ini, semoga dapat membantu para pebisnis online pemula dalam mengatur strategi dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana jual beli.

Salam berdaya.

Bantul, 10 September 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s