7 Tips PDKT Kepada Calon Konsumen

Bagi pebisnis online pemula yang ‘menyewa lapak’ di sosial media, tulisan yang diunggah dapat menjadi sebuah umpan yang gurih bagi calon konsumen sehingga menghasilkan banyak pemasukan (terjadi transaksi). Namun, jika strategi yang dilakukan tidak tepat, bukannya untung yang didapat malah buntung, alias di-‘unfriend’ atau malangnya lagi akun kita kena blokir.

Baca juga "Pebisnis Online Jangan Baca Jika Tidak Ingin Sukses"

Untuk menghindari kejadian yang demikian, maka sebagai pebisnis online pemula haruslah paham bagaimana mengubah pemikiran pola pikir para calon konsumen kita. Darmawan Aji dalam bukunya “Hypnowriting” membocorkan beberapa tips membangun interaksi dan kepercayaan dengan calon konsumen.

Social Media Marketing

1. Pastikan diri kita ‘hadir’ dalam dunia maya

Jika ingin ‘menyewa lapak’ di sosial media tentu kita harus memiliki akun di salah satu sosial media, bukan? Rico Huang dalam bukunya “Jago Jualan di Facebook” membocorkan rahasia dalam mengupdate status per hari dengan perbandingan 3:2, yaitu 3 untuk status non jualan dan 2 untuk status jualan. Tentunya status jualan yang dimaksudkan bukan status yang blak-blakan (hardselling), bisa menggunakan teknik copywriting, covertselling atau heartselling.

2. Jadilah orang yang bernilai

Jangan karena kita jualan lalu memanfaatkan pertemanan di sosial media dengan membanjiri beranda dengan update status berisi penawaran produk/jasa kita. Perbanyaklah menjadi sosok yang menuliskan banyak manfaat bagi para audience.

3. Bagikan konten bermanfaat

Secara umum, tidak ada orang yang ingin ditawarkan produk/jasa berkali-kali bahkan berhari-hari. Untuk itu, jadilah salah satu dari mereka yang menebarkan manfaat di dunia maya. Hal ini dapat dimulai dengan perbanyak sharing info viral yang bermanfaat atau membagikan tips ringan yang jelas akan lebih banyak manfaat dan memperbesar peluang terbaca orang lain.

4. Memposisikan sebagai salah seorang ahli

Mungkin agak sedikit menantang. Namun, bagi sebagian orang, berkomunikasi dengan mereka yang ahli di suatu bidang menimbulkan kepercayaan tersendiri.

5. Lakukan percakapan reguler

Sosial media adalah tempatnya orang melakukan sosialisasi. Maka jadilah salah satu dari mereka yang memanfaatkannya sesuai dengan fungsinya. Hal ini bisa dimulai dari menyapa ringan, berinteraksi dengan status pertemanan, bahkan ikut membagikan tulisan pertemanan yang memang bermanfaat.

6. Tunjukkan apresiasi

Orang akan menghargai orang lain yang menghargainya. Ini pun berlaku dalam hubungan komunikasi di sosial media. Jika terdapat orang lain yang memberikan like maupun komentar pada status kita, tentu hal serupa dapat kita lakukan untuk teman kita tersebut. Tentunya hal ini akan berdampak positif pada akun sosial media kita.

7. Ajak mereka masuk ke dalam sales funnel

Sales funnel adalah saluran penjualan. Dalam hal ini dapat berbentuk grup Facebook, Whatsapp, email atau saluran lainnya. Tentu bagi mereka yang memasuki sales funnel ini harus memiliki nilai lebih daripada mereka yang tidak berada di dalamnya. Seperti membagikan info terkini tentang hal-hal yang kita kuasai, ebook gratis, bahkan sampai informasi tentang produk/jasa yang sedang kita jalankan.

Nah, dari ketujuh tips di atas dapat menjadi salah satu awal yang baik dalam membangun kedekatan dengan calon konsumen. Sudah sampai manakah tahap pendekatanmu dengan calon konsumen?

Salam berdaya.

Bantul, 12 September 2019


Sumber referensi

  • Darmawan Aji. Hypowriting: Seni Menghipnotis Calon Pelanggan Melalui Tulisan. Bandung.
  • Gian Dwi Saputro & Rico Huang. Jago Jualan di Facebook. Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s