7 Hal Fatal Dilakukan di Whatsapp Bisnis

Siapa sih yang tidak kenal dengan salah satu sosial media personal yang satu ini? Dengan logo khas berwarna hijau dan fitur lengkapnya membuat sosial media ini memudahkan banyak pemakainya dalam mengirim pesan singkat, melakukan panggilan suara bahkan melakukan panggilan video. Ya, Whatsapp.

Dilansir dari inet.detik.com, masyarakat Indonesia yang sudah menggunakan internet dalam kesehariannya mencapai angka 150 juta dari total penduduk yang mencapai 268,2 juta jiwa. Pertumbuhan pengguna internet pun mengalami pertumbuhan sejak Januari tahun lalu sebesar 13% (17 juta) dan yang aktif berselancar di media sosial tumbuh pesat mencapai 15% atau 20 juta pengguna. Dilihat dari pertumbuhan yang cukup pesat inilah yang menjadi alasan kenapa Whatsapp bisa menjadi salah satu senjata untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Menginjak tahun 2019 yang notabene adalah zaman globalisasi, setiap kebutuhan sangatlah mudah didapatkan hanya dari genggaman. Sudah cukup banyak pula pebisnis yang melirik kemudahan aplikasi ini dalam menjalin komunikasi dengan mitra maupun calon konsumen dan pelanggan tetap mereka. Namun sangat disayangkan, ketika keberadaan aplikasi ini tidak didukung dengan strategi promosi yang baik.

M. Salmanul Faris dan Irwansah dalam buku “Closing Setiap Hari dengan Whatsapp” membeberkan 7 Kesalahan Fatal dalam Menggunakan Whatsapp Marketing yang perlu diperhatikan oleh para pebisnis online, terutama pebisnis pemula.

1. Spamming

Spamming atau melakukan spam termasuk kesalahan yang sering dilakukan oleh para pebisnis online. Bentuknya bisa berbagai maca, mulai dari beriklan di grup yang bukan milik sendiri, menyebarkan promosi secara broadcast brutal, atau yang paling parah adalah melakukan promosi melalui jaringan pribadi ke kontak yang belum kita kenal. Selain tindakan ini tidak etis, tentu akan mengganggu kenyamanan orang lain.

Coba bayangkan ketika kita sudah bersusah payah melakukan sales funnel dan mengumpulkannya ke dalam grup Whatsapp, tiba-tiba ada orang lain yang promosi di grup tersebut atau bahkan promosi secara personal ke anggota grup. Sama saja dengan kita sudah bangun kolam ikan, memberi makan ikan, tapi yang memanen hasilnya orang lain.

Baca juga  7 Tips PDKT Kepada Calon Konsumen

2. Asal memasukkan kontak ke dalam grup

Melakukan strategi sales funnel berbeda jauh dengan kesalahan yang satu ini. Tanpa ada persetujuan dari pihak yang diundang, tiba-tiba sudah berada dalam sebuah grup yang tidak jelas dari mana dan untuk apa. Strategi sales funnel dapat dilakukan dengan menyebarkan leads magnet agar mereka yang masuk ke dalam grup adalah target market yang memang rela masuk ke dalam kolam dan mendapat umpan dari kita.

3. Tidak membangun interaksi

Kesalahan lain yang dilakukan pebisnis online dengan Whatsapp adalah langsung melakukan promosi pada kontak yang baru saja didapat. Tanpa adanya interaksi sebelumnya tentu akan sangat mengganggu kenyamanan orang lain dalam menjalin hubungan dengan kita. Untuk itu, selain menambah kontak, fokus juga dengan membangun interaksi dengan kontak yang ada di Whatsapp.

Hal ini dapat dimulai dengan membuat status Whatsapp yang menarik hingga memberikan respon pada status kontak secara rutin. Tentunya dengan adanya interaksi, maka akan timbul pula kedekatan yang mengarah terbangunnya rasa percaya (trust) antara kontak dengan kita. NO TRUST, NO SALES!

4. Menggabungkan Whatsapp bisnis dengan personal

Banyak pebisnis online yang salah mengatur strategi kontaknya, yaitu dengan menggabungkan Whatsapp bisnis dengan personal. Hanya karena alasan memiliki 1 nomor kontak, semua keperluan personal maupun bisnis dijadikan satu jalur. Padahal dengan memanfaatkan keberadaan Whatsapp Business dapat memudahkan pebisnis online dalam menjalankan bisnis onlinenya.

Mulai dari kemudahan fitur quick reply, label, auto reply, bahkan profil bisnis membuat Whatsapp Business sangat cocok bagi para pebisnis online. Fitur quick reply (balasan cepat) digunakan untuk membalas cepat pesan konsumen. Label untuk memberikan tanda pada kontak atau grup penting. Auto reply (balasan otomatis) untuk membalas otomatis ketika berada di luar jam operasional bisnis atau pada orang yang baru saja mengirim pesan pada kita. Tidak ketinggalan fitur profil bisnis lengkap dengan jam kerja dan media sosial yang kita gunakan sebagai info tambahan bagi kontak baru atau lama saat mengontak kita.

5. Keseringan jualan

Pada hakikatnya, Whatsapp adalah social messaging platform, bukan sebagai ladang promosi. Sehingga gunakanlah sebagaimana fungsinya. Yaitu dengan memberikan hal-hal bermanfaat bagi kontak kita, bukan dengan jualan terus-menerus. Dengan memberikan hal yang bermanfaat, pastilah kontak kita merasa dihargai keberadaannya dan merasa nyaman untuk berinteraksi dengan kita.

6. Tidak saling menyimpan nomor kontak

Kesalahan berikutnya adalah tidak saling simpan nomor kontak membuat broadcast (pesan siaran) yang kita kirimkan tidak sampai ke kontak kita. Selain itu, ketika kita mengirimkan pesan personal pada kontak yang tidak menyimpan kontak kita, akan muncul pilihan report spam ataupun block pada bagian atas.

Hal ini mengakibatkan kemungkinan besar nomor kita di-block oleh kontak yang menjadi target. Terlebih jika ada beberapa kontak yang melakukan report atau block, maka besar kemungkinan nomor Whatsapp kita di-block permanen oleh pihak Whatsapp. Tentunya hal ini sangatlah tidak kita inginkan, bukan?

7. Tidak konsisten menambah kontak

Untuk mendapatkan penghasilan rutin, maka menambah kontak baru adalah sebuah langkah penting. Tentu akan terlihat membosankan ketika kita hanya melakukan promosi ke kontak yang sama berulang-ulang. Alhasil kolam yang tadinya jernih menjadi keruh dan tidak akan memaksimalkan penghasilan yang didapat.

Setelah mengetahui tujuh kesalahan fatal di atas, semoga kita tidak melakukannya. Selain berakibat fatal, hal di atas juga berdampak negatif bagi bisnis kita nantinya.

Salam berdaya.

Bantul, 13 September 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s