Algoritma Instagram yang Tak Bisa Dipungkiri Para Olshoper

Mungkin bagi sebagian orang yang bergelut di platform satu ini, mengetahui aturan terbaru (algoritma) di media sosial yang sempat bericon kamera polaroid itu tidak begitu penting. Namun, bagi mereka yang memanfaatkan platform yang sudah digandeng di bawah pemilik Facebook ini sebagai ladang mengais rezeki sangatlah penting.

Sumber : Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com

Sudah berulang kali algoritma Instagram mengalami perubahan, dan pada tahun 2019 ini algoritma yang berlaku sedikit mengalami perubahan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi para pebisnis online shop di Instagram yang diungkapkan Angga Solixin, praktisi instagram marketing dalam bukunya “Banjir Orderan dari Instagram”.

1. Algoritma #1 – Penggunaan username

Username di sini merupakan salah satu senjata yang harus dipertajam oleh pebisnis online shop. Karena dengan strategi yang tepat, maka akan banyak target market yang dapat menemukan akun si pebisnis olshop. Strategi yang digunakan dapat melalui pendekatan brand, kata kunci produk, atau kombinasi keduanya.

Misal pemilihan username melalui pendekatan brand seperti @nike, @adidas, @kiciks_muslimah. Untuk pendekatan kata kunci produk seperti @produsen_gamis_katun, @sarangmadumurni, @pusatinfokost. Sedangkan untuk pendekatan kata kunci dan brand contohnya antara lain @vanillahijab, @cakekinian.official, @bebekbuma.

2. Algoritma #2 – Akun yang berelasi (related akun)

Instagram akan mereferensikan akun-akun apa saja yang cocok untuk ditampilkan dilayar penggunanya. Dalam arti, ketika kita mengikuti sebuah akun, maka pengikut akun tersebut akan memiliki kemungkinan untuk melihat akun kita. Tentunya selama akun yang kita gunakan tetap memperhatikan strategi pemilihan username.

3. Algoritma #3 – Jangkauan instagram

Dahulu kemungkinan terlihat (tingkat visibilitas) postingan kita terhadap jumlah pengikut bisa mencapai 10-20%. Namun, saat ini kemungkinan ini semakin kecil. Angga Solixin mengungkapkan persentase mencapai 2-3% saja, sedangkan akun @eastwood.x mengungkapkan bahwa kemungkinan suatu postingan terlihat kurang dari 7% pengikut. Sangat kecil, bukan?

Walau begitu janganlah berkecil hati, selama kita menjaga interaksi dengan akun lain, pihak instagram akan menambah jangkauan postingan kita. Dengan melakukan like, comment, bahkan membalas DM (direct message) akan meningkatkan level keaktifan akun kita. Salah satu strategi kita dapat dengan mempercantik postingan agar pengikut kita bertahan minimal 10 detik pada postingan kita, terlebih meninggalkan like dan comment.

Angga Solixin juga mengungkapkan bahwa postingan bagus bukan berarti hanya bernilai dari jumlah like dan comment saja, tetapi juga memperhatikan insight/wawasan. Tentunya hanya akan muncul bagi pengguna akun instagram bisnis. Dari fitur satu ini kita bisa memperhatikan bagaimana keefektifan hastag yang digunakan dan banyaknya pengunjung dari profil maupun home.

4. Algoritma #4 – Interaksi

Seperti dibeberkan di poin sebelumnya, interaksi yang tinggi akan memperbesar peluang terlihatnya postingan kita oleh pengikut lain. Selain itu, membalas comment yang dimaksudkan menaikan nilai interaksi apabila dilakukan sebelum 60 menit, di luar itu tidak akan dianggap sebuah interaksi.

Di luar waktu yang ditentukan, ternyata jumlah kata yang digunakan untuk membalas comment pun mempengaruhi besarnya interaksi. Dengan menggunakan minimal 4 kata, maka di situlah interaksi mulai dihitung.

5. Algoritma #5 – Instagram stories

Sejak diluncurkan fitur terbaru ini, banyak para pengguna di mana Indonesia menjadi negara keempat penggunaa terbanyak ini, yang memanfaatkan untuk tetap eksis. Mulai dari mengabadikan kegiatan sehari-hari atau event tertentu. Ternyata tak hanya pengguna biasa yang dapat mengambil keuntungan adanya fitur ini. Bagi para pebisnis online shop, mengoptimalkan fitur ini juga dapat menambah nilai interaksi dengan pengikut bahkan target market.

Seperti merekam kegiatan selama proses produksi, pengepakan, bahkan sampai pengiriman ke ekspedisi pun dapat menjadi bahan menarik untuk dibagikan. Selain meningkatkan nilai kepercayaan (trust) dari para pengikut terhadap bisnis yang dijalani, juga dapat menaikkan tingkat interaksi. Terutama mengoptimasinya dengan strategi hastag. Walau memang hanya berlaku 24 jam, tapi itu sudah cukup memperbesar peluang interaksi dengan pengikut.

6. Algoritma #6 – Penggunaan hastag

Ternyata dalam strategi penggunaan hastag (#) di tahun 2019 ini dibatasi. Jika ingin aman, Angga Solixin menyarankan 5-10 hastag saja per postingan. Karena pada mesin pencarian (search engine) instagram hanya muncul kisaran 5-10 hastag, jika kita menggunakan hastag berlebih tentu akan percuma atau malah membuka peluang besar dianggap SPAM oleh pihak instagram.

7. Algoritma #7 – Hastag di bio dan komen

Mungkin pada algoritma sebelumnya pernah diungkapkan bahwa penulisan hastag (#) di bio dan komen akan memberikan pengaruh banyak pada pencarian. Namun, di tahun 2019 ini ternyata hal tersebut tidak terlalu berpengaruh besar. Bahkan Angga Solixin mengatakan bahwa hal tersebut dapat dianggap SPAM dan dapat menurunkan tingkat jangkauan postingan kita.

Baca juga artikel "10 Strategi Jitu Instagram Menjadi Mesin Penghasil Uang"

8. Algoritma #8 – Editing caption

Tidak bisa dipungkiri jika pada suatu saat kita mengunggah suatu postingan ada kesalahan dalam penulisan, hasil tulisan ternyata tidak rapi dan mengakibatkan kita meng-edit postingan tersebut berulang kali. Ternyata pada algoritma baru ini, pengeditan caption sebelum usia postingan mencapai 24 jam akan mempengaruhi jangkauan postingan yang di-edit dan postingan selanjutnya.

Hal ini tentu sangat merugikan bagi para pebisnis online shop. Untuk itu, disarankan jika memang terjadi kesalahan, silakan untuk menghapus postingan yang salah dan mengunggah ulang. Mungkin akan sedikit melelahkan, tapi setidaknya jangkauan postingan kita tidak turun, bukan?

Setelah mengetahui algoritma terbaru instagram di tahun 2019 ini, tentu akan membuat kita para pebisnis online shop jadi semakin berhati-hati dalam mengoptimalkan postingan agar dapat menjaring banyak target market. Nah, dari kedelapan algoritma di atas, langkah mana saja yang sudah kamu lakukan? Silakan tinggalkan jejak di komentar ya.

Salam berdaya.

Bantul, 20 September 2019



6 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s