Menonjol di Dunia Pemasaran, Ini yang dapat Perusaaan Anda Lakukan

Persaingan para pemegang bisnis semakin ketat, diikuti dengan adanya perkembangan di dunia maya. Dengan adanya berbagai media sosial yang semakin beragam, tentu tidak sedikit perusahaan yang semakin gencar menjalankan strategi bisnis di dunia maya. Jika tidak ingin gulung tikar, maka sebuah perusahaan dapat memulai dengan mengoptimasi kinerja perusahaan tersebut.

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah pendapat calon pelanggan Anda. Anda dapat mengajukan berbagai pertanyaan untuk mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan calon pelanggan. Kemudian menjadikannya ‘senjata’ untuk menawarkan produk/jasa sesuai kebutuhannya. Selain itu, langkah ini juga dapat membangun kepercayaan calon pelanggan pada bisnis Anda, karena telah memahami mereka.

Dan jangan lupa untuk selalu follow up berbagai produk/jasa yang pernah Anda tawarkan pada calon pelanggan Anda. Walau sekedar meminta feedback atau testimoni. Agar komunikasi dapat terjalin dan memperbesar peluang loyalitas pelanggan pada bisnis Anda.

Dalam suatu bidang, tentu akan banyak bisnis yang similar atau sejenis. Agar selalu menjadi bisnis yang tetap eksis tentu Anda tidak bisa hanya mengikuti arus. Selalu tanya kepada diri bisnis Anda, apa saja yang membuat bisnis Anda unik dan bermanfaat? Mengapa mitra masih memilih bisnis Anda untuk bekerja sama dari sekian banyak bisnis sejenis yang ada? Kembangkan keunggulan yang ada dan hubungan dengan mitra bisnis Anda. Sehingga bisnis Anda semakin dapat dipercaya sebagai solusi segala kebutuhan calon pelanggan.

Jadikan bisnis Anda sebagai bisnis yang terbaik, bukan sekedar harga murah. Beberapa calon pelanggan akan memilih yang terbaik untuk kebutuhan mereka. Untuk acara penting, produk/jasa dengan nilai dan kualitas terbaik akan mereka pilih daripada yang hanya sekedar menawarkan harga yang murah.

Untuk itu kualitas pelayanan pun mendukung penilaian bisnis Anda di mata calon pelanggan. Sampaikan mengapa produk/jasa Anda harus dibayar sedikit mahal, dan berikan penekanan pada penyediaan produk/jasa sesuai dengan keinginan calon pelanggan dan pelayanan yang memuaskan. Sehingga calon pelanggan tidak akan merasa kecewa walau mereka harus merogoh kocek yang lebih dalam saat bekerja sama dengan bisnis Anda.

Salah satu kesalahan yang sering diperbuat oleh para pemegang bisnis adalah tidak menawarkan produk/jasa bisnisnya pada calon pelanggan, padahal calon pelanggan sudah menunjukkan ‘sinyal’ untuk membeli (buying signal). Buying signals yang dimaksud antara lain menjadikan bisnis Anda sebagai referensi kebutuhan mereka; pada bisnis yang menawarkan jasa, calon pelanggan akan menanyakan luangnya jasa Anda pada hari penting mereka; dan menanyakan bagaimana cara pembayaran produk/jasa Anda.

Dan langkah terakhir, Anda bisa menanyakan kembali perihal tawaran produk/jasa Anda pada calon pelanggan. Beritahukan calon pelanggan bahwa Anda akan melakukan transaksi bisnis dengannya. Dan informasikan kembali jika mereka ingin melakukan transaksi dan pembayaran terhadap tawaran Anda.

Jika mereka tidak menjawab atau menerima tawaran Anda saat itu juga, maka jangan sungkan untuk follow up. Jangan merasa takut atas jawaban “tidak” dari calon pelanggan, atau bahkan mereka lebih memilih produk/jasa dari kompetitor Anda, atau hanya me-review harga produk/jasa Anda, dan hal lainnya.

Setelah mengetahui langkah-langkah di atas, tentu Anda tak perlu khawatir harus bersaing dengan kompetitor Anda, bukan?


Bantul, 24 September 2019


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s