Trik Jitu PDKT Costumer Online yang Mengundang Duit

Perlu semua pelaku bisnis ketahui ada kalimat yang harus menjadi pegangan ketika menghadapi costumer.

It’s not WHAT you said, but HOW YOU SAID IT. (Bukan perkara apa yang kita katakan, tapi bagaimana cara mengatakannya)

– Ki Jendral Nasution

Sebagai bagian dari kegiatan bisnis yang selalu bertatap muka dengan costumer, harapan kita pasti selalu ingin setiap komunikasi menjadi transaksi. Tanpa pertanyaan dan pernyataan yang rumit dan aneh, lihat barang di etalase langsung transfer, dan transaksi selesai. Tapi sayang, pada kenyataannya tidak begitu.

Proses menggiring target market atau calon costumer untuk melakukan transaksi membutuhkan taktik dan strategi. Mungkin ada sebagian orang yang beranggapan bahwa proses ini rumit dan panjang, namun begitulah proses agar target market dari enggan melakukan transaksi jadi bergegas untuk melakukannya.

Banyak orang menyepelekan adanya pola SKSD alias ‘sok kenal sok dekat’. Seperti meminang hati seorang yang ingin dijadikan kekasih hati, tentu ada suatu proses pendekatan, bukan? Proses ini juga berlaku pada interaksi antara pemilik bisnis dengan target marketnya.

Diawali dengan mengajaknya mengobrol ke jalur santai layaknya perbincangan dengan sahabat. Sapa dia layaknya seseorang yang sedang mencari sahabat dekat. Jangan lupa bahwa kita juga perlu memperkenalkan diri. Agar dia juga kenal siapa kita. Karena ada pepatah mengatakan, “Tak kenal maka tak closing.”

Setelah saling kenal, obrolan santai dapat dimulai. Diharapkan dari obrolan ini, kita dapat menguak berbagai masalah yang sedang dihadapinya. Ketika terlihat titik terang dan keterkaitan antara masalahnya dengan produk/jasa kita, maka obrolan mulai dapat dikaitkan ke arah pembicaraan solusi akan masalah yang dihadapi target market kita.

Sumber : raynetech.com

Ketika permasalahannya mendapat solusi, pastinya timbul ketertarikan, bukan? Nah, dari ketertarikan itu bisa kita kaitkan dengan pemberian gimmick atau bonus tambahan jika melakukan transaksi dengan kita. Penekanan pada pemberian bonus ini juga harus ditekankan bagaimana perbedaan pembelian produk/jasa tanpa bonus. Hal ini dilakukan untuk memberikan pilihan pada target market akankah mengambil dengan adanya bonus atau tidak.

Tentunya pemberian info perbedaan ini diikuti dengan perbedaan harga, mana yang lebih hemat. Karena tidak ada orang di dunia ini yang menghindar dari harga lebih hemat. Dengan adanya pemberian bonus ditambah harga yang lebih hemat tentu akan membuat target market berpindah ke kompetitor, bukan?

Nah, hal penting yang perlu diperhatikan ketika menghadapi target market secara online adalah jangan sampai kita menyinggung perasaan target market dengan adanya produk/jasa yang kita tawarkan. Tidak hanya akan berakhir pada buruknya branding kita dihadapan target market, malah bisa berakibat fatal pada bisnis kita ke depannya. Untuk itu, kita perlu memperhatikan emoticon sebagai pengganti bagaimana wajah kita saat ‘ngobrol’ asyik dengan mereka.

Hal penting juga untuk tidak menyingkat satu kata pun saat ‘ngobrol’. Walau pun hanya sebuah singkatan yang sudah umum digunakan. Karena kita ingin membuat target market selalu nyaman ngobrol dengan kita, bukan malah membuatnya berpikir panjang hanya untuk mengartikan singkatan pada obrolan kita. Bisa jadi mereka tidak nyaman atau malah lebih memilih untuk berpindah ke lain hati.

Sekiranya sekian tips marketing kali ini. Semoga bermanfaat. Sampai bertemu di tips marketing selanjutnya.

Bantul, 25 September 2019


One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s